JURNAL MR PROPERTI
Bisnis Pintar Buat Yang Ngga Pintar
Cara Bikin Usaha Laris Manis Tanpa Pusing Rumus Bisnis Rumit Pernah merasa tertarik mau buka bisnis, tapi langsung minder duluan denger omongan orang ?
Lihat orang lain ngomongin istilah bisnis yang keren-keren kayak break-even point, customer acquisition cost, pitching investor, sampai analisis SWOT yang tebalnya kayak skripsi. Jujur saja, kalau harus mempelajari semua teori itu dulu sebelum mulai, saya yang merasa "bodoh" dan biasa saja ini pasti sudah keburu pusing dan kapok duluan!
Tapi setelah melihat kenyataan di lapangan, saya makin sadar akan satu hal menarik: Banyak orang yang kelihatannya polos dan tidak paham teori bisnis tinggi-tinggi, tapi usahanya justru laris manis dan uangnya ngalir terus tiap hari.
Ternyata, ada yang namanya Strategi Bisnis Orang Biasa. Sebuah cara berbisnis yang tidak pakai pusing, fleksibel, dan sangat masuk akal. Mari kita ngobrol santai dan bedah prinsip-prinsip simpelnya bersama-sama!
Amati Apa Yang Bikin Orang Malas, Lalu Berikan Solusinya Orang pintar sering kali sibuk menciptakan produk ajaib yang rumit dan canggih. Tapi strategi paling simpel buat kita yang tidak mau pusing adalah: Jual solusi dari kemalasan atau kerepotan orang lain.
Coba perhatikan sekitar Anda. Orang-orang di sekitar kita itu biasanya malas atau tidak sempat melakukan hal-hal sepele, seperti:
Malas cuci sepatu atau helm yang kotor.
Malas masak sarapan di pagi hari pas mau berangkat kerja.
Malas keluar rumah buat beli bahan makanan pas hujan.
Tidak sempat merawat tanaman atau membersihkan AC rumah.
Anda tidak perlu menciptakan teknologi baru. Cukup hadir menawarkan jasa atau produk yang mempermudah hidup mereka. Manusia akan sangat royal mengeluarkan uang demi kenyamanan dan rasa praktis!
Mulai dari Produk yang Sudah Pasti Ada Pembelinya Banyak pebisnis pemula gagal karena terlalu idealis bikin produk yang "unik banget", tapi ternyata tidak ada yang butuh. Nah, strategi pintar orang biasa justru sebaliknya: Tiru yang sudah laku, lalu kasih sedikit sentuhan beda.
Misalnya, di daerah tempat tinggal Anda orang-orang suka sekali jajan es teh manis atau gorengan. Anda tidak perlu memaksakan diri jualan makanan asing yang namanya susah dieja.
Jualan saja es teh manis atau gorengan yang sudah terbukti disukai orang banyak, tapi buat tampilannya lebih bersih, kemasannya lebih rapi, atau pelayanannya jauh lebih ramah. Lebih aman, risikonya kecil, dan pasarnya sudah jelas ada!
Pakai Prinsip "Buka Dulu, Bagus belakangan" Ini kesalahan yang paling sering bikin orang pintar gagal jalan: terlalu lama berpikir. Mereka sibuk bikin logo sampai sebulan, riset kemasan berbulan-bulan, hingga akhirnya tidak pernah buka-buka karena keburu kehabisan modal dan semangat.
Strategi simpel yang saya pegang adalah langsung tes ombak dalam skala kecil.
Bikin produknya secukupnya, tawarkan ke teman dekat, tetangga, atau lewat status WhatsApp. Kalau mereka suka dan mau beli, baru kita perbaiki kemasannya, kita rapikan logonya, dan kita tambah variasinya secara bertahap sambil jalan. Bisnis yang bagus itu adalah bisnis yang dibuka, bukan yang cuma dipikirkan di dalam kepala!
Jaga Kejujuran dan Keramahan, Bukan Cuma Diskon Kunci rahasia dari bisnis yang bertahan lama itu sebenarnya sangat sederhana dan tidak ada di buku teks sekolah: Keramahan dan Kejujuran.
Ketika pembeli merasa dilayani dengan santun, produk yang diterima sesuai dengan janji, dan kalau ada kesalahan kita mau bertanggung jawab dengan sopan, mereka akan jadi pelanggan setia. Pelanggan yang puas ini bahkan dengan senang hati akan menceritakan bisnis Anda ke teman-temannya secara gratis. Itu adalah promosi paling ampuh di dunia!